
Jembatan Lima, Warta Kota
Makan mi instan plus telor, kornet, keju, atau irisan cabai mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana kalau makan mi instan plus ulekan cabe? Dan tak tanggung-tanggung, cabe yang di ulek berjumlah seratus biji!
Kedai mi instan di daerah Jembatan Lima, Jakarta Barat, menyediakannya untuk Anda. Kedai yang lebih dikenal dengan nama Mie Abang Adek ini terletak tepat di pertigaan Jalan Mandala Utara, Jembatan Lima. Berbeda dengan warung mi instan lain yang terkadang ramai menjelang tengah malam, Mie Abang Adek justru ramai sejak awal buka yaitu sekitar pukul 16.00.
Keistimewaan Mie Abang Adek dibanding yang lain adalah adanya tambahan ulekan cabe yang mencapai 100 biji. Ada tiga tingkat kepedasan yang ditawarkan pemilik tempat ini yaitu Pedes Mampus (dengan jumlah cabe yang diulek sebanyak 100 buah), Pedes Gila (75 buah cabe), dan Pedes Garuk (50 buah cabe).
Saat Warta Kota mencicipi mie instan tersebut lidah langsung terasa seperti terbakar. Tetapi bumbu dari mi instan agak menetralisir, sehingga rasa pedasnya pun masih bisa dinikmati
Menu utama yang ada di kedai ini ialah Single Internet atau satu bungkus mie instan dengan telor dan kornet plus ulekan cabe sesuai dengan nyali pelanggan, Single Telor, dan Single Kornet. Lantas bagi mereka yang tak cukup satu bungkus mie instan ada pilihan menu Double Internet, Double Kornet, dan Double Telor.
Diakui Muslikhun (28) karyawan yang juga keponakan pemilik, kedai mi instan yang didirikan oleh pamannya Sartono (44) ini memang lain daripada yang lain.
“Mie rebus atau mie goreng di warung ini memang kami tambahkan ulekan cabe. Cabe yang kami pakai adalah cabe merah yang terlebih dahulu kami rebus, kami biasanya menyediakan cabenya sebanyak satu panci,” tuturnya sambil menunjuk panci yang terisi penuh cabe rebus siap ulek.
Warung yang dibuka sejak pukul empat sore dan tutup pukul 03.00 ini berdiri sejak tahun 1995 dan berada persis di depan rumah sang pemilik. “Berdiri sih sekitar 1995, ya di depan rumah ini, sempet sih pindah ke samping tapi nggak jauh, paling 20 meter, tapi kini balik ke sini lagi,” ujar Muslikhun sambil melayani pelanggan yang datang.
Dari delapan meja yang tersedia di warung yang juga menggunakan halaman rumah sebagai tempat berjualan ini bisa menampung kurang lebih 50 pengunjung, dan jarang ada tempat duduk yang kosong.
Salah satu pelanggan adalah Kiki (27). Ia cukup sering menyambangi warung ini. “Rasa pedesnya itu lho, pedes banget, enak banget deh pokoknya, nagih, aku seminggu bisa dua kali ke sini,” ujar karyawati di sebuah perusahaan asuransi ini.
Tukang parkir yang berjaga di warung ini pun tak luput ketiban rejeki. Seperti dituturkan Ivan (21) “Motor yang datang dari awal buka sampai tutup bisa lima puluh lebih,” katanya
Dengan jumlah pelanggan yang banyak, Mie Abang Adek ini dalam satu hari bisa menghabiskan sepuluh dus mi instan. Jika satu dusnya berisi 50 bungkus, maka dalam satu malam kedai mie instan ini bisa menghabiskan 400 porsi lebih.
Harga yang dipatok bervariasi. Untuk Single Internet Rp 9.000, Single Kornet Rp 8.000, dan Single Telor Rp 5.000. Untuk paket dua bungkus mie atau double dipatok sebesar Rp 11.000 untuk Double Internet, Rp. 10.000 untuk Double Kornet, dan Rp 8.000 untuk Double Telor. Aneka jus buah dihargai Rp 6000. Cukup murah bukan?
Jadi bagi Anda yang ingin menikmati mi instan goreng atau mie instan rebus yang tidak biasa dan suka pedas, coba tantangan di Mie Abang Adek: Pedes Mampus, Pedes Gila, atau Pedes Garuk. Berani? (CR2)