Kamis, 29 Juli 2010
Sudin Pariwisata Jakpus menggelar Festival Jajanan Khas Betawi dan Festival Jalan Jaksa pada 30 Juli-1 Agustus 2010 di Jalan Jaksa, Menteng              Pemprov DKI segera membatasi sepeda meotor melintas di kawasan-kawasan tertentu di Jakarta              Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas kepada dua janda pahlawan              
Jumat, 17 April 2009 | 12:06 WIB
Bali Kembangkan Jarak
istimewa

Denpasar, Jumat

Provinsi Bali mengembangkan tanaman jarak pagar yang hingga kini baru mencapai 373,5 hektare, di mana 13,5 hektare diantaranya mulai berbuah. Namun saat ini tanaman tersebut belum memberi hasil.

"Sebagian besar tanaman masih muda dan belum menghasilkan," kata Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Bali, Gede Ardhana, di Denpasar Jumat (17/4).

Tujuan penanaman pohon jarak ini, kata Gede Ardhana, untuk menghasilkan energi alternatif mengantisipasi semakin menipisnya cadangan minyak bumi. Pengembangan tanaman jarak tersebut hingga kini baru melibatkan 639 kepala keluarga (KK) dan menampung 1.109 tenaga kerja.

Pengembangan tanaman bernilai ekonomis tinggi itu dilakukan di Kabupaten Klungkung pada lahan seluas 53 hektare dan Karangasem 319,5 hektare. Bali memiliki potensi untuk mengembangkan tamanan jarak pagar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan petani.

Gede Ardhana menjelaskan, pengembangan tanaman jarak dapat dilakukan dengan sistem tumpang sari di sela-sela tanaman komoditi perkebunan lainnya. Dengan cara itu petani akan memperoleh penghasilan ganda, baik dari tanaman jarak maupun komoditi perkebunan lainnya, ujar Gede Ardana.

Dr Ir I Nyoman Rai MS, dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana, yang dihubungi di tempat lain mengatakan, penanaman jarak dapat dipadukan dengan tanaman kacang tanah, jagung, ketela, pohon jati, jambu mete, atau pohon jarak sebagai tiang panjat tanaman vanili maupun lada.

Pengembangan pola tumpang sari yang demikian sudah diterapkan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Kering Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengembangan dengan teknik irigasi sprinkler, yakni tanaman jagung dengan sisipan tanaman jarak menunjukkan, produksi jagung tidak terpengaruh dan tanaman jarak tumbuh dengan baik, meskipun tanpa perawatan khusus. Hal itu karena pemupukan yang ditujukan terhadap tanaman jagung sekaligus bagi tanaman jarak, sehingga petani memproleh hasil ganda sekaligus.

Hampir tidak ada kelemahan dari pengembangan sistem tumpang sari ini, dan seandainya tanaman jagung terserang hama tidak akan menjalar pada tanaman jarak dan sebaliknya, ujar Nyoman Rai. (Antara/ink)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved