
Palmerah, Warta Kota
Wali Kota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, beserta jajarannya, berkunjung ke Kantor Redaksi Harian Warta Kota, Kamis (11/3) sore. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi dan membahas berbagai hal terkait kebijakan dan program dari Wali Kotamadya Jakarta Utara.
Rombongan wali kota diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Harian Warta Kota H Dedy Pristiwanto, didampingi wakil pemimpin redaksi Hendry Ch Bangun.
Salah satu yang menjadi pembicaraan dalam pertemuan/kunjungan ini adalah ekspose mengenai 12 destinasi atau tujuan wisata di wilayah Jakarta Utara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, di antaranya Rumah Si Pitung di kawasan Marunda, kawasan Ancol, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan sebagainya.
Hal lain yang dibicarakan terkait rencana penataan makam Mbah Priok oleh PT Pelindo II. Beberapa hari lalu diberitakan, lahan pemakaman Mbah Priok akan ditata dan dijadikan monumen.
Melalui surat nomor 936/711.1 tertanggal 22 Februari 2010, Pemkot Jakarta Utara melayangkan peringatan I sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 132 Tahun 2009 tertanggal 9 September 2009 tentang penertiban bangunan yang didirikan di atas tanah milik PT Pelindo II seluas 1,4 hektar di Jalan TPU Dobo, Koja.
Bambang mengatakan, hasil musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat, pihaknya tidak membongkar lahan bekas makam Mbah Priok. "Justru pihak PT Pelindo II akan membangun monumen di lahan yang dinyatakan bekas makam Mbah Priok itu," ungkap Bambang.
Pada penataan yang akan dilakukan Pemkot Jakarta Utara, kata Bambang, lahan yang diyakini sebagai makam Mbah Priok harus tetap dilestarikan dan akan dijadikan monumen.
Namun, rencana ini ditolak ahli waris Mbah Priok. Menurut Habib Ali, salah seorang pengurus makam Mbah Priok, sejak datang surat instruksi gubernur itu, puluhan santri berjaga-jaga di sekitar makam. Habib Ali mengatakan, ahli waris tidak merelakan makam tersebut dipindahkan karena mempunyai nilai sejarah.
Bambang menegaskan, walaupun ada pemindahan, makam Mbah Priok tidak akan dibongkar. Untuk melestarikan makam itu akan dibangun monumen diatas lahan seluas 100 meter persegi.
Bambang menjelaskan, areal makam ini berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II sesuai Sertifikat Hak Pengelolaan No 1/Koja Utara seluas 1.452.270 meter persegi.
Mbah Priok atau Habib Hasan Al Haddad adalah penyiar agama Islam yang berasal dari Sumatera. Saat akan tiba di wilayah Batavia, perahunya terkena badai, namun dia selamat karena menemukan periuk dan akhirnya berhasil menepi di Batavia .
Sejak itu dia tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam di sana. Daerah itu pun akhirnya dinamakan menjadi Tanjungpriok. Seusai berdiskusi, Wali Kota dan jajarannya melihat dapur produksi Warta Kota.(luc)