
Senayan, Warta Kota
MENJELANG ujian nasional (UN), yang saat ini materi soalnya sedang dalam tahap pencetakan, orangtua makin cemas dan khawatir. Mereka ingin anaknya lulus dengan hasil terbaik. Hal ini karena hasil UN itulah yang akan menentukan apakah anaknya bisa diterima di sekolah negeri yang berkualitas baik atau tidak.
Heru (42), seorang warga menyatakan khawatir akan nilai anaknya, apakah akan mendapat hasil terbaik. Alasannya, ia ingin dari hasil UN tersebut, anaknya yang duduk di kelas IX atau kelas 3 SMP bisa mendapat SMA negeri unggulan.
"Sebenarnya, saya sudah ingin mencarikan sekolah swasta sebagai cadangan, tapi anak tidak mau. Saya yakin, kalau hanya lulus, anak bisa lulus, karena dia belajar di sekolah negeri yang bagus. Tapi, dari nilai ujian itu saya tidak tahu bisa diterima di SMA unggulan atau tidak," katanya lagi.
Sementara itu Sita (43), warga Bekasi, mengatakan, sebagai orangtua ia khawatir akan nilai anaknya. Alasannya, hasil latihan ujian yang dilakukan sekolah untuk anaknya, hasilnya kurang baik. Menjelang ujian, pihak sekolah memberikan pelajaran tambahan empat kali seminggu, khususnya mata pelajaran yang akan menjadi mata ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN).
dikatakannya, meski anak bungsunya akan menghadapi UASBN, aktivitasnya di luar sekolah tidak banyak berubah. Bahkan, kalau dia tidak cerewet, anaknya akan terus main Play Station (PS) dan membaca buku cerita. "Kalau tidak dibatasi, bisa setiap hari bermain," tutur Sita, Rabu (10/3).
Dia mengatakan, "Bagaimana tidak stres, anak bermain terus, kalau disuruh belajar, dia bilang sudah kebanyakan belajar," katanya lagi.
Ia mengatakan, dirinya juga mengatur anaknya untuk hanya membaca dua buku novel dan komik, serta bermain PS hanya pada hari libur sekolah, Sabtu dan Minggu. Sedangkan, untuk membantu belajar di rumah, ia meminta bantuan anak sulungnya yang duduk di bangku SMA untuk mengajari sang adik.
UN yang diselenggarakan pemerintah itu akan digelar untuk siswa SMA/SMK/MA mulai 22-26 Maret 2010, UN SMP/MTs/SMPLB pada 29 Maret-1 April 2010, dan UASBN untuk siswa SD pada 4-6 Mei 2010.
Siswa SMA IPA akan mengikuti 7 mata pelajaran, untuk siswa SMAN IPA meliputi bahasa Indonesia, biologi, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, dan kimia. Siswa SMA jurusan IPS meliputi bahasa Indonesia, sosiologi, bahasa Inggris, matematika, geografi, dan ekonomi. Untuk siswa SMP mengikuti 4 mata ujian, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan IPA.
Mulai dicetak
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengatakan, pelaksanaan UN akan bekerja sama dengan kepolisian, terutama dalam pengawasan distribusi naskah soal UN.
"Saat ini sedang penggandaan naskah ujian yang dijaga polisi," tutur Mendiknas yang ditemui seusai penandatanganan kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Intel Indonesia Corporation di Gedung Kemendiknas, Senayan, Rabu (10/3).
Ia mengatakan, selain mengawasi penggandaan naskah soal UN, polisi juga ikut mengawal pendistribusian soal ke kabupaten/kota, posko, dan ke sekolah dengan berpakaian sipil.
"Bukan urusan percaya atau tidak percaya, tapi ini sesuai standar agar tidak bocor. Selama distribusi, polisi ikut menempel, sehingga soal yang dikirim dipastikan tidak ada penyimpangan," katanya lagi. (Intan Ungaling Dian)