
Flyover Rasuna Said sudah ada sejak tahun 1973, tapi sudah setahun lalu jalan layang ini memiliki 7 lajur dan menjadi terlihat bagus. Meski pun sudah bagus, di mata warga yang tinggal di sekitarnya jalan layang ini punya cerita mistis. Mungkin karena di jalan layang ini sering terjadi kecelakaan yang tak jarang sampai menimbulkan korban jiwa.
"Biasanya kecelakaan terjadi malam hari. Nggak tahu kenapa, tiba-tiba pengendara motor terjungkal hingga menabrak trotoar. Kebanyakan korban yang pingsan setelah sadar bilang mereka menghindar karena melihat ada bayangan orang yang lewat di jalan layang itu," ucap Firman (44), warga Jalan Sumenep, Jakarta Pusat.
Ada yang mengatakan bayangan orang yang lewat di jalan layang itu seperti seorang nenek dan ada juga seperti wanita muda. "Kalau dari cerita sih bayangan orang yang lewat itu sengaja menyeberang ke arah pohon kapuk yang memang dari cerita orang dulu pohon itu angker," kata Tata (69) menimpali .
Firman dan Rana (70), penjaga rumah dinas pejabat Depag, bahkan pernah menolong seorang wanita hamil yang terjatuh dari sebuah skutik. Perempuan itu kata Firman melaju dari arah Kuningan mau ke Kemayoran hendak menjemput suaminya. Peristiwanya sekitar awal Januari 2010 lalu.
"Katanya sih wanita itu melihat bayangan orang menyeberang jalan. Dia (maksudnya wanita itu--Red) berusaha mengelak tapi akhirnya malah menghantam trotoar jalan. Lukanya lumayan parah Mas," ucap Firman.
Di bawah jalan layang Flyover Rasuna Said terdapat terowongan Taman Lawang yang menuju Jalan Latuharhari. Di terowongan ini, kata Firman, beberapa kali pernah terjadi kasus pembunuhan.
"Ya bisa saja arwahnya gentayangan di atas jalan layang itu," tutur Tara. "Kalau nggak percaya coba tanya ke karyawan Izzi Pizza. Kejadian kecelakaan sering terjadi di depan Pizza, mereka sering menolong korban kecelakaan," ucap Rana.
"Bisa dibilang jalan layang Rasuna Said ini lebih seram dari terowongan Casblanca. Kami menyebutnya jembatan maut," timpal Firman. (Dedy)