
Bekasi, Wata Kota
Sekitar 70 persen produsen minyak goreng berbahan baku kelapa sawit sudah siap melakukan fortifikasi prodknya pada tahun 2011, seperti pemberian yodium pada garam, asam folat ,serta zat besi pada terigu.
Direktur Koalisi Fortifikasi Indonesia Prof (Em) Soekirman PhD, di Bekasi, Selasa (2/3), mengatakan telah melakukan pendekatan sejak setahun terakhir kepada produsen minyak goreng di Indonesia. Menurut Soekirman, para produsen minyak goreng kini telah menyadari pentingnya pemberian fortifikasi vitamin A pada minyak goreng.
Fortifikasi diperlukan dalam mengatasi kekurangan vitamin A yang berdampak pada berkurangnya sistim kekebalan tubuh. Bila masyarakat sehat, produktifitasnya akan meningkat.
"Kita sudah mempersiapkan pemberian fortifikasi tersebut sejak dua tahun lalu termasuk melakukan uji coba di Makassar, dan kini pemerintah telah menyetujui pemberian vitamin A tersebut," ujar guru besar ilmu gizi IPB itu.
Pemberian vitamin A tersebut tidak mengakibatkan adanya perubahan rasa, sementara tambahan biaya produksi sangat kecil sekali hingga tidak akan menyebabkan harganya jadi naik. Komponen fortifikasi tidak sampai satu persen dari biaya produksi.
Fortifikasi vitamin A, menurut Soekirman sangat dibutuhkan tubuh, terutama untuk golongan masyarakat kurang mampu yang terbatas aksesnya mengkonsumsi makanan bergizi. Untuk minyak goreng dari bahan kelapa, diharapkan produsennya bisa memberikan vitamin A pasca penggunaan pada minyak goreng berbahan kelapa sawit.
General Manager PT MONI, Vimala Putra mengatakan, pihaknya telah memproduksi dan memasarkan SunCo, minyak goreng berfortifikasi vitamin A pertama di Indonesia. Pemberian fortifikasi pada minyak goreng SunCo telah dibuktikan bahwa vitamin dalam kandungan minyak tersebut tidak hilang ketika dipanaskan dengan suhu 180 derajat celcius bahkan lebih.
Di dunia sudah 50 negara yang menerapkan fortifikasi, sementara di ASEAN sudah diterapkan di banyak negara seperti Singapura dan Malaysia. (Antara/ink)