
Bekasi, Warta Kota
CAPGOME dirayakan secara meriah di Kota Bekasi dan Kota Bogor. Mantan Presiden Gus Dur pun kembali dikenang.
Ribuan warga keturunan Tionghoa di Kota Bekasi turun ke jalan-jalan guna ikut memeriahkan perayaan Capgome, Minggu (28/2). Perayaan ini dipusatkan di Wihara Hok Lay Kiong, Jalan Kenari, Bekasi Timur.
Diawali dengan doa-doa, puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2561 itu juga diisi dengan mengheningkan cipta bagi almarhum Gus Dur, sapaan akrab mantan Presiden Abdurrahman Wahid, yang dianggap berjasa menghidupkan kembali perayaan tradisi etnis Tionghoa.
"Gus Dur sebagai bapak bangsa telah meninggalkan kita, tapi spirit kebersamaan, pluralisme, dan saling menghargai akan tetap menyala di hati kami semua," tutur Ketua Panitia Capgome, Ronny Hermawan, sebelum arak-arakan dimulai.
Arak-arakan itu mengikutsertakan ratusan muda-mudi berpakaian adat tradisional dari berbagai daerah dan berpakaian putih khas pasukan pengibar bendera. Perayaan itu tak hanya dihiasi beragam jenis kesenian tradisi Tionghoa seperti barongsai dan tarian ular naga. Panitia juga mengerahkan pertunjukan kesenian tradisional khas daerah lainnya seperti reog ponorogo, ondel-ondel, rebana, dan gambang kromong.
"Capgome ini perayaan bagi seluruh warga bangsa," kata Ronny.
Hujan deras
Di Bogor, perayaan "Cap Go Meh Bogor Street Festival 2010" diwarnai hujan deras dan petir yang menggelegar. Puluhan ribu orang turun ke jalan untuk menyaksikan acara yang dipusatkan di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, tersebut.
Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut tidak hanya ditunjukkan warga etnis Thionghoa. Bahkan, tidak sedikit warga dari luar Kota Bogor ikut menyaksikan acara yang digelar satu tahun sekali itu. Untuk perayaan Capgome kali ini, sebanyak 16 patung dewa yang diarak menggunakan joli ditandu oleh puluhan warga melintasi Jalan Suryakencana.
"Untuk perayaan kali ini kami mengarak 16 joli yang di dalamnya terdapat berbagai dewa keluar dari Wihara Dhanagun," ujar Franky Sibald, wakil ketua panitia perayaan ini.
Franky mengatakan, hujan deras yang mengguyur Kota Bogor tidak mengurangi semangat perayaan Capgome kali ini. Bahkan, katanya, hujan yang turun justru memberi berkah tersendiri bagi warga etnis Tionghoa.
"Justru ini rezeki buat kami," katanya.
Penampilan anggota Batalyon 315/Garuda yang mengarak liong mendapat perhatian luas dari masyarakat. Para anggota TNI itu mampu menampilkan berbagai atraksi yang dalam perayaan Capgome sebelumnya belum pernah ditampilkan.
Antusiasme masyarakat terhadap atraksi liong ini diwujudkan dengan memberikan angpau kepada liong yang diarak. (chi/wid)