Rabu, 8 September 2010
Hasil Kualifikasi Euro 2012: Jerman 6-1 Azerbaijan, Irlandia 3-1 Andorra, Italia 5-0 Kep Faroe, Perancis 2-0 Bosnia, Belanda 2-1 Finlandia, Inggris 3-1 Swiss, Norwegia 1-0 Portugal              
Home  |  Pelesir  |  Berita Wisata
Minggu, 14 Februari 2010 | 06:23 WIB
Festival Tionghoa Batam Akan Digelar Setiap Tahun
Istimewa

Batam, Warta Kota

Perayaan Tahun Baru Imlek 2561 di Kota Batam dimeriahkan dengan pentas terbuka dalam rangkaian Festival Tionghoa, dan direncanakan digelar setiap tahun sebagai kegiatan pariwisata.

"Festival ini pertama kali dan akan berlanjut setiap tahun untuk meningkatkan kunjungan wisatawan," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Sabtu (13/2) dini hari menyambut tahun Shio Macan.

Kegiatan itu dihadiri unsur Muspida dan Kepala Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaja, Ketua DPRD Kepulauau Riau Nur Syafriadi, dan Ketua Lembaga Adat melayu Batam Imrabn AZ.

Atraksi kembang api menyemarakkan awal Tahun Macan yang ditonton ribuan warga dan puluhan turis di kompleks pertokoan Bumi Indah, Nagoya, Batam. Rangkaian acaranya dimulai pukul 20.00 dengan atraksi akrobat, barongsai, dewa rejeki bagi-bagi angpao, pemaparan terawang tahun macan, serta hiburan artis penyanyi Mandarin cilik dan dewasa.

Penerawang nasib, Budi Tamtomo, di panggung mengemukakan, Tahun 2561 Imlek bertepatan dengan tahun shio macan yang bersifat keras sehingga orang perlu berperilaku baik untuk menetralisasi sifat keras tahun ini. Dia menganjurkan, sifat keras dalam tahun ini tidak ditambah dengan gambar macan di rumah tangga, terutama bagi orang bershio macan, ular dan babi.

Bagi yang bershio macan, ular dan babi, pengaruh negatif dapat dinetralkan dengan bunga hias di meja kiri, atau menyimpan batu giok di laci kiri meja kantor, katanya.

Festival Tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek 2561 dibiayai Pemerintah Kota Batam sebagai program Tahun Kunjungan Batam 2010. Sedang kepanitiaan dilaksanakan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa yang diketuai Eddy Hussy.

Wali Kota mengharapkan, di tahun mendatang, penitia memperbanyak jenis seni-budaya yang atraktif dari khasanah seni dan budaya Tionghoa.

Mengenai turis dari Singapura dan Malaysia yang menjadi tamu sasaran dari festival tersebut, Dahlan, mengatakan, belum perlu dihitung jumlahnya. "Ini baru pertama kali. Masih perlu dilaksanakan secara rutin agar dikenal wisatawan mancanegara," katanya

Festival tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan suatu kawasan berciri khas Tionghoa di Batam. Wali Kota berharap di Batam kelak terdapat china town seperti di berbagai kota di berbagai negara dan menjadi daerah tujuan kunjungan pelancong.

Kapoltabes Batam, Rempang dan Galang, Kombes Leonidas Braksan, yang menghadiri malam puncak festival itu mengatakan, tidak ada masalah menonjol dari aspek lalu-lintas kendaraan meski telah 10 hari dijadikan tempat festival seni dan bazar.

Dia mendukung kegiatan serupa dilaksanakan setiap tahun, namun menyarankan panitia bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam dan pihak-pihak terkait meningkatkan promosi ke Singapura dan Malaysia.

General Manager Hotel Novotel Batam Sigit Budiarso mengatakan tingkat hunian di hotelnya dari mencapai 80 persen dari Sabtu hingga Senin (15/2). "Tamu kami sebagian besar orang Singapura dan Johor Bahru Malaysia," katanya. (Antara/ink)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved