Kamis, 29 Juli 2010
Sudin Pariwisata Jakpus menggelar Festival Jajanan Khas Betawi dan Festival Jalan Jaksa pada 30 Juli-1 Agustus 2010 di Jalan Jaksa, Menteng              Pemprov DKI segera membatasi sepeda meotor melintas di kawasan-kawasan tertentu di Jakarta              Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas kepada dua janda pahlawan              
Home  |  Pelesir  |  Berita Wisata
Minggu, 14 Februari 2010 | 06:13 WIB
Kue keranjang dan Lampion Raksasa di Singkawang

Singkawang, Warta Kota

Perayaan Tahun Baru Imlek 2561 oleh masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang Kalimantan Barat (Kalbar) diwarnai pembukaan selubung kue keranjang dan lampion, yang diharapkan mampu masuk museum rekor Indonesia.

Pembukaan selubung tersebut sekaligus tanda dimulainya Festival Imlek dan Cap Go Meh 2561 Singkawang yang dipusatkan di Stadion Kridasana, Sabtu (13/2) malam.

Kue keranjang itu tingginya satu meter dengan diameter 2,88 meter, berat 8 ton lebih. Dibutuhkan sekitar 4,6 ton ketan putih dan 4,6 ton gula pasir untuk membuat kue khas Imlek itu.

Sedangkan untuk lampion tingginya 24 meter dengan diameter 32 meter. Bambu untuk membuat lampion itu sebanyak 3.500 batang dan kain parasut hampir dua ribu meter dengan lebar 1,2 meter. Listrik yang dibutuhkan untuk lampion tersebut mencapai empat ribu watt.

Perayaan Tahun Baru Imlek di Singkawang juga dimeriahkan pesta kembang api oleh masyarakat sepanjang malam.

Kelenteng yang bertebaran di kota berjuluk "Seribu Kelenteng" itu dipadati warga Tionghoa sejak tengah malam. Mereka berdoa memohon agar tahun ini diberi kemudahan rejeki, kebahagiaan serta umur panjang.

Perayaan Tahun Baru Imlek di Singkawang sekaligus untuk menyambut Tahun Kunjungan Wisata 2010 ke Kalbar. Serangkaian acara akan digelar hingga Cap Go Meh atau 15 hari setelah Imlek. Di antaranya pameran foto, pergelaran seni budaya, hingga off road di lokasi wisata Pasir Panjang. (Antara/ink)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved