Jumat, 12 Maret 2010
Jadwal Liga Eropa: Atletico vs Sporting L, Hamburg SV vs Anderlecht, Lille vs Liverpool, Rubin K vs Wolfsburg, Benfica vs Marseille, Juventus vs Fulham, Panathinaikos vs Standard L, Valencia vs Werder              Jenazah Dulmatin akan dibawa ke Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (11/3) malam untuk dimakamkan Jumat (12/3) oleh keluarga              Kapolri memastikan bahwa salah satu orang yang ditembak mati polisi di Pamulang adalah Dulmatin.              Arsenal gemilang melibas FC Porto 5-0 dalam leg kedua Liga Champion, dan melaju ke babak perempat final.              
Home  |  Layanan Umum  |  City News
Selasa, 9 Februari 2010 | 06:39 WIB
Perbuatan AB Perintah Pemulung
Warta Kota/YP Yudha
Artikel Terkait

Di tangan Delfan (8) dan Zikri (9), siswa kelas III SDN Cipinang Muara 12 Pagi, tampak sejumlah luka sayatan, terutama di lengan dan sikut mereka.

Sementara pada Yoga (8), Tedi (9) Fajri (8) dan Lutfi (9) terlihat  luka di kepala dan wajah mereka.  Bibir keenam pelajar itu tampak  memar dan robek, akibat dibenturkan ke tembok dan dipukuli AB, teman sekelas mereka.

Kepada polisi AB mengaku melakukan aksinya karena disuruh seorang pemulung di salah satu lapak barang bekas di kawasan Cipinang Muara.

Dipalak pemulung

Awalnya AB diwajibkan menyetor uang Rp 20.000 setiap hari. Tentu saja sebagai pelajar SD hal ini sulit bagi AB. Namun, menurut AB, pemulung itu menyuruhnya memalak para siswa teman sekelasnya. Karena itu dia selalu memalak enam teman sekelasnya itu setiap hari sejak seminggu lalu.

Bukan itu saja, pemulung itu juga menyuruh AB mencuri uang dalam tas teman sekelasnya bila uang hasil memalak tidak sampai Rp 20.000. AB menuturkan, si pemulung juga memberinya obat yang biasa disebut nipam untuk membuatnya lebih berani.

"Kata dia biar berani malak dan mencuri saya harus minum obat yang dikasih dia. Katanya obatnya bikin jadi jagoan," kata AB polos.

AB tak berani menolak permintaan pemulung itu karena dia diancam akan dipukuli dan dianiaya. "Saya takut dipukul makanya nurut saja," ujarnya.

Siapa pemulung itu? AB tidak tahu karena setiap bertemu pemulung itu mengenakan penutup kepala. Hal itu dibenarkan pula oleh Fajri, salah seorang siswa korban AB.

Kepada wartawan di rumahnya di Jalan Cipinang Lontar, Jatinegara, Jakarta Timur, Fajri dengan didampingi orangtuanya Dede dan Endang Suryana (45), paman Fajri, menuturkan peristiwa pada Sabtu (6/2). Dia dan 5 temanya menolak sewaktu AB menyuruh mereka mencuri uang dalam tas teman-teman sekelas, yang ditinggalkan di dalam kelas saat latihan pramuka.

Menurut Fajri, saat itu dia dan teman-temannya dipukuli wajahnya oleh AB. Bukan itu saja, mata mereka ditutup menggunakan dasi pramuka. Fajri juga diancam dengan penjepit dasi pramuka yang sudah ditajamkan oleh AB. "Penjepit dasi pramuka yang tajam itu ditempelkan ke leher Fajri. Fajri takut banget dan disuruh mencuri lagi tapi tetap tak mau," katanya.

Sementara itu menurut Fajri dua temannya yakni Deflan dan Zikri disayat pada bagian lengan dan sikutnya oleh AB hingga berdarah. "Disiletinnya pake penjepit dasi pramuka yang ditajemin itu," ungkapnya.

Menurut Fajri, beberapa hari sebelum penyekapan, AB selalu memalak uang jajanya sebesar Rp 2.000. Karena takut Fajri selalu memberikannya. Bukan hanya itu saja, ternyata Fajri dan temannya juga disuruh mencuri uang saat jam istirahat. "Sebelumya AB sendiri yang mencuri dan mengacak-acak tas teman. Lama-lama kita juga disuruh," katanya.

Endang Suryana, ayah Fajri mengungkapkan, sejak beberapa hari terakhir sebenarnya dia sudah mencium keanehan dalam diri Fajri. "Waktu itu sudah dikasih uang jajan Rp 2.000 Fajri sempat mau minta uang lagi. Alasannya uang jajannya nggak cukup, jadi saya tolak," katanya.

Keanehan lainnya pada Jumat malam, saat mengelus kepala Fajri, dia mendapatkan ada 5 benjolan di kepalanya. "Saya kaget dan tanya sama Fajri, tapi dia mengaku cuma benjol biasa aja," katanya.

Dede, ayah Fajri menyesalkan kejadian itu, namun mengaku tidak dendam terhadap AB. "Sebab pelakunya adalah temannya sendiri, dan pelaku juga sebenarnya adalah korban. Pelaku sebenarnya adalah si pemulung itu," ujarnya.

Dede berharap polisi dapat mengungkap dan menangkap pemulung yang dimaksudkan oleh AB. "Biar anak-anak ini tidak trauma lagi dan bisa sekolah seperti biasa," ujarnya.

Kapolsek Jatinegara, Kompol Sriyanto, mengungkapkan walaupun sudah melimpahkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Jakarta Timur, pihaknya tetap memantau dan menyelidiki identitas pemulung itu.

"Kita selidiki juga siapa identitas pemulung itu," katanya.

Sementara itu Kanit PPA Polres Jakarta Timur AKP Grace Harianja mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. "Kita lagi selidiki dan dalami dulu," ujarnya. (Budi SL Malau)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved