
Seribu Sengon
Bedul selaku ketua RT di lingkungan perumahannya menggelar gebrakan ‘Menanam Seribu Sengon’.
Setiap warga mendapatkan satu pohon sengon. Ada seribu warga yang ikut partisipasi.
Sesudah prosesi penamanan pohon sengon dan acara makan-makan selesai, Bedul mengecek pohon yang ditanam.
Tiba-tiba Rico, anak tetangganya, nyelonong bertemu Pak RT. “Pak, maaf, ya, pohon sengon yang seharusnya saya tanam mati. Tapi saya senang Pak, karena kata Bu Guru mati satu tumbuh seribu. Pasti besok tanaman pohon sengonnya jadi dua ribu, Pak.” (Bang Kota)
(Dikutip dari rubrik Meseeem...ye... harian Warta Kota, Sabtu, 6 Februari 2010)