Kamis, 29 Juli 2010
Sudin Pariwisata Jakpus menggelar Festival Jajanan Khas Betawi dan Festival Jalan Jaksa pada 30 Juli-1 Agustus 2010 di Jalan Jaksa, Menteng              Pemprov DKI segera membatasi sepeda meotor melintas di kawasan-kawasan tertentu di Jakarta              Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas kepada dua janda pahlawan              
Home  |  Mal  |  Tren
Selasa, 2 Februari 2010 | 16:41 WIB
Harga Emas Sedikit Kacau Tapi Cenderung Naik
Setelah Dicatat sebagai Penyumbang Deflasi
Warta Kota/Nur Ichsan
Artikel Terkait

Kebayoran Baru, Warta Kota

Tidak sampai sehari setelah dinyatakan sebagai salah satu komoditas penyumbang deflasi, harga emas di pusat perdagangan emas Jakarta pada perdagangan Selasa (2/2) mengalami kenaikan secara signifikan, meskipun sedikit kacau. Kenaikan dipicu oleh kembali naiknya harga emas dunia.

Kebaikan harga tersebut disampaikan sejumlah pedagang emas di dua pusat perdagang emas Jakarta, yakni  Gedung Permata Cikini di Kompleks Pasar Cikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, dan kawasan Blok M (Melawai Plaza dan Wisma Nasional) di  Jakarta Selatan. Meskipun pada beberapa toko emas terlihat masih terjadi kekacauan harga, pada umumnya harga emas mengalami kenaikan hingga Rp 4.000 per gram.

Sehari sebelumnya  Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa komoditas kelompok sandang dan pangan pada Januari 2010 menyumbang terjadinya deflasi sebesar 0,20 persen, atau megalami penurunan indeks dari 119,01 pada Desember 2009 menjadi 118,77 pada Januari 2010.

Sektor sandang yang tercatat sebagai penyumbang deflasi adalah jeruk, emas, daging ayam ras, dan telur ayam ras.  Subkelompok yang menyumbang deflasi pada Januari 2010 adalah subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya, yakni sebesar 1,16 persen.

"Sandang pada bulan Januari mengalami deflasi, meskipun dari 66 kota tidak satu pun mengalami deflasi, terutama dari emas, jeruk yang mulai murah, daging ayam yang ras dan petelur," ujar Kepala BPS, Rusman Heriawan, saat menyampaikan laporan bulanan mengenai laju inflasi, ekspor, impor, dan indikator-indikator ekonomi lainnya.dalam konfrensi pers BPS yang berlangsung  di Gedung BPS, Jalan dr Sutomo,  Jakarta Pusat.

Bahkan Rusman Heriawan sempat mengatakan, "Bagi ibu-ibu yang senang mengumpulkan emas, inilah saatnya membeli emas karena harganya sedang turun." katanya.

Para pedagang emas mengakui bahwa dibandingkan harga yang berlaku hingga Jumat (29/1) pekan lalu, harga emas memang mengalami penurunan hingga Rp 10.000 per gram. Namun dibandingkan harga  yang berlaku pada Sabtu (30/1) hingga Senin (1/2) kemarin harga emas cenderung naik.

"Ini karena harga emas dunia naik ," kata Rizal,  pedagag emas di Toko Emas Singgalang, Wisma Nasional. Hal serupa juga  disampaikan oleh Henky, pedagang emas di Gedung Permata Cikini dan sejumlah pedagang emas lain di Melawai Plaza dan Blok M, Jakarta Selatan.

Hingga Selasa kemarin para pedagang emas di Jakarta mematok loham mulia (LM) pada harga antara Rp 335.000 per gram.Sedangkan emas dengan kadar 24 karat dipatok pada harga Rp 330.000 per gram; emas 23 karat Rp 295.000, dan emas 22 karat dilepas pada harga Rp 245.000 per gram.

Para pedagang juga mengaku bahwa suasana menjelang Hari Raya Imlek  yang akan jatuh pada 14 Fenruari ini ini tidak mendongkrak penjualan. Mereka mengaku tidak terjadi suasana orang ramai-ramai memborong LM maupun emas perhiasan. "Biasa-biasa aja. Nggak ada kenaikan penjualan," kata Hengky . Hal serupa juga dikemukakan oleh Rizal.

Hingga Senin ramai diberitalan bahwa menjelang perayaan Imlek, permintaan terhadap emas batangan di Singapura terus menanjak sehingga membuat harga emas batangan premium melejit ke level terkuat sejak Desember 2008. Pada perdagangan Jumat (29/1) di Singapura, harga emas batangan naik melambung dari harga 1,10 dolar AS menjadi 1.082,30 per ons troi.

Pada Selasa (2/2) harga emas di Hongkong ditutup lebih tinggi pada 1.103,50-1.104,50 dolar AS per ons troi, naik dari penutupan Senin yang berada pada 1.083,50-1.084,50 dolar. Harga dibuka pada 1.103,00-1.104,00 dolar AS. (Willy Pramudya)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved