Kamis, 29 Juli 2010
Sudin Pariwisata Jakpus menggelar Festival Jajanan Khas Betawi dan Festival Jalan Jaksa pada 30 Juli-1 Agustus 2010 di Jalan Jaksa, Menteng              Pemprov DKI segera membatasi sepeda meotor melintas di kawasan-kawasan tertentu di Jakarta              Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas kepada dua janda pahlawan              
Jumat, 20 Maret 2009 | 19:39 WIB
Bioretensi Tambah Cadangan Air Tanah
Dok Pemprov DKI

Balai Kota, Warta Kota

Setelah menerapkan lubang resapan biopori (LRB), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperkenalkan teknik baru untuk menambah cadangan air tanah. Ini bioretensi.

Bioretensi merupakan teknologi aplikatif gabungan unsur tanaman, green water, dan blue water diharapkan mampu menyerap 1,6 juta meter kubik per hari. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi keperluan domestik sekitar 7,9 juta masyarakat perkotaan.

Teknologi bioretensi diaplikasikan dalam bentuk sumur resapan sedalam 2,7 meter. Cara pembuatan sumur bioretensi cukup sederhana, yaitu dengan menggali tanah seluas minimal satu meter persegi dengan kedalaman 2,7 meter. Bagian dasar sumur diisi dengan batu kali dan ijuk setinggi 1,7 meter untuk menahan pondasi. Kemudian di tiap-tiap sisi dinding sumur bagian atas dipasang buis (cetakan beton satu meter persegi dengan empat lubang).

Dalam lubang buis itulah dimasukkan batu kali dan ijuk untuk menghindari masuknya sedimen tanah ke dalam sumur. Kemudian lubang sumur ditutup dengan cetakan beton dan ditutup lagi dengan tanah. Sumur bioretensi bisa dibuat di halaman rumah, selokan, trotoar, taman, lahan parkir dan gang-gang sempit yang padat penduduk. Teknologi bioretensi ini merupakan upaya mengendalikan air limpasan sekaligus memanen air hujan pada saat musim kemarau.

Dengan rata-rata curah hujan di DKI Jakarta 2.000 milimeter per tahun, pemanfaatan teknologi bioretensi pada lahan tersebut mampu menyimpan 578,34 juta meter kubik air per tahun atau 1,6 juta meter kubik per hari. Daya tampung itu cukup untuk memenuhi keperluan domestik sekitar 7,9 juta masyarakat perkotaan.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan program ini diawali dengan penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai bioretensi yang berdampak meningkatkan kualitas air tanah dan dapat mengurangi banjir. IPB memperkenalkan teknologi bioretensi sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan mengendalikan air limpasan sekaligus memanen air hujan pada saat musim kemarau.

Bioretensi merupakan teknologi aplikatif yang menggabungkan unsur tanaman, green water (air yang tersimpan di pohon) dan blue water (air mata air, sungai, dan danau) dalam suatu bentang lahan dengan semaksimal mungkin meresapkan air ke dalam tanah. "Kita lakukan upaya ini untuk mengembalikan air permukaan itu ke tanah. Saya kira juga sangat efektif dengan metode yang diterapkan ini sebagai salah satu program penanganan banjir,” kata Fauzi Bowo, di Balaikota DKI, Jumat (20/3).

Pembuatan sumur bioretensi ini sudah mulai diperkenalkan dan diaplikasikan ke kelurahan dan kecamatan. Sebab pembuatan sumur bioretensi dapat berhasil mengurangi banjir dan memperbagus kualitas air tanah, jika seluruh masyarakat turut berpartisipasi dan mendukung penerapan di lingkungannya. Oleh karena itu, Fauzi Bowo mengimbau masyarakat Jakarta untuk bersama-sama membuat sumur bioretensi.

“Kami mengajak masyarakat untuk men-support kegiatan ini. Pembuatan sumur bioretensi tidak hanya dikerjakan pemerintah saja tetapi harus melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dosen Fakultas Kehutanan IPB, Nana M Arifjaya, sekitar 44,91 persen atau 28.902 hektar lahan di DKI Jakarta mampu meresapkan air dengan baik. "Bisa dikatakan, wilayah ini menjadi busa raksasa yang siap menyimpan air. Masalahnya, luasan lahan tersebut sudah tertutup bangunan maupun aspal,” kata Nana kemarin. (Berita Jakarta/tig)

Share on Facebook
A A A
adi san
Senin, 29 Maret 2010 | 10:15 WIB
sy dan teman2 di jurusan geografi universitas negeri jakarta sdg mencoba aplikasi tknologi ini di kampus, mudah2n bisa atasi banjir sesaat dan menambah deposit air tanah, terutama dikampus A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved