
Makasar, Warta Kota
Seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) "menoyor" (mendorong di bagian kepala) anak perempuan berusia 9 tahun, Jumat (23/7), karena menganggap anak itu menghalangi jalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Anak perempuan itu adalah Clara, yang juga anggota Persatuan Artis Remaja dan Cilik Indonesia (Parci).
Insiden tersebut terjadi di acara puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN), di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan insiden terjadi usai pementasan operet Persatuan Artis Cilik. Saat itu anak-anak bersalaman dengan Presiden SBY.
"Anak itu menangis karena kepalanya pusing sehabis ditoyor anggota paspampres," kata Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi.
Menurut Kak Seto insiden tersebut disaksikan anak-anak lain yang berada di di tempat kejadian. Kak Seto mengakui, ketika itu, anak-anak "liar" usai acara. Kendati demikian, Kak Seto mengingatkan, Paspampres tidak diperbolehkan memukul anak-anak meskipun untuk mengamankan Presiden.
Dia meyakini Presiden pasti akan sangat marah dan menyesalkan tindakan berlebihan tersebut. Insiden tersebut sangat bertolak belakang dengan keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang mengajak semua pihak terlibat untuk melindungi dan mendidik.
Menurut Presiden, anak-anak perlu dikasih sayangi. Selain dari kejahatan, anak-anak juga harus dilindungi dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Anak-anakpun, kata Presiden, harus dilindungi agar tak ditelantarkan, dari sanksi yang tidak adil, dari pergaulan yang sesat, dan dari perilaku yang buruk.
"Itu semua sesungguhnya merupakan bagian dari child protections. Dan juga hakikatnya child security," kata Presiden.
Pada puncak Peringatan HAN itu turut hadir 300-an anak dari seluruh Indonesia. Mereka menyajikan atraksi pencak silat dan operet tentang kejayaan nusantara.
Setelah acara usai, rombongan Presiden, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Ibu Wapres Herawati Boediono, dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu mengunjungi Istana Anak Anak TMII untuk menyaksikan lomba melukis di atas kaos untuk anak-anak usia TK dan SD. (Budi SL Malau)