Kamis, 29 Juli 2010
Home
Kamis, 11 Maret 2010 | 20:11 WIB
Diduga Keracunan Mie Instan, Ari Tewas
Istimewa 
Dibaca : 401 kali | Komentar: 2

Senen, Warta Kota

Diduga karena keracunan mie instan, Ari Susanti (42), warga Jalan Kramat Pulodalam 16, No 41, RT 15/4, Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, meninggal pada Rabu (10/3) pukul 22.20.

Ari meninggal setelah menjalani perawatan di RS Kramat 128, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakpus sejak Rabu (10/3) pukul 22.20. Menurut Rani (14), anak Ari, sebelum meninggal, Ari menyantap mie instan.

"Sabtu (6/3) pukul 22.00, ibu menyuruh saya membeli mie instan merek S di warung . Lalu ibu memasaknya dengan dicampur telur dan memakannya. Baru makan sekitar tiga suap, ibu merasa pusing, pucat, dan kepala agak bengkak," kata Rani, Kamis (11/3) siang.

Lalu Ari diantar oleh Rani ke sebuah klinik di Jalan Kramat Raya, Senen. Menurut petugas medis di klinik itu, Ari keracunan makanan. Petugas medis di klinik itu menyarankan agar Ari segera ke rumah sakit. Lalu pada Minggu (7/3) dini hari Ari ke rumah sakit itu dan langsung dirawat di kamar No. 210.

Namun karena kondisi Ari yang terus menurun, Ari dipindah ke Ruang ICU dan akhirnya meninggal. "Setahu saya ibu nggak punya penyakit bawaan," imbuh Rani. Saat ini jenazah Ari sudah dimakamkan di TPU Kawi-kawi, Joharbaru, Jakpus. (Sigit Nugroho)

Share :                
A   A   A
Komentar Anda
Sabtu, 13 Maret 2010 | 17:26 WIB
Kelik
Terulang lagi nih.......... :s
Sabtu, 13 Maret 2010 | 13:37 WIB
AGUS
Mengapa harus terjadi keracunan,apakah pihak perusahaan tidak melakukan tes labolatorium terlebih dahulu,sehingga menyebabkan kehilangan yawa seseorang,contoh seperti ini,tlg jgn disepelehkan sy dan keluarga serta saudara'' yg lainya suka mengkonsusmsi mie instan.tlg masalah keracunan ini di tanggapi dengan serius,jangan mementingkan keuntungan ya saja.banyak saudara'' kita yg ekonominya lemah yg seharirainya hanya mengkonsumsi mie instan.
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.