
Senayan, Warta Kota
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengirim tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ke pimpinan DPR RI, untuk selanjutkan diseleksi di Komisi XI DPR RI. Adapun ketiga nama itu adalah Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah; Direktur Riset Ekonomi dan Kajian Moneter BI Perry Warjiyo; dan Komisaris Bank Danamon, Krisna Wijaya.
Siapa yang akan terpilih menggantikan Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah, tentu saja berdasarkan hasil fit and proper test (uji kelayakan dan petatutan) di Komisi XI, yang rencananya dilakukan awal April 2010, usai masa reses anggota dewan.
Namun berdasarkan latarbelakang keilmuan dan karier di bidang masing-masing tentu masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
"Pada dasarnya ketiganya punya kompetensi dan integritas yang cocok dengan posisi Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan," kata Ekonom Universitas Indonesia (UI), Bambang PS Bodjonegoro pada Kamis (11/3).
Meski demikian, menurut Bambang, Halim Alamsyah dan Perry Warjiyo memiliki latar belakang pengalaman karier selama bekerja di BI. "Keduanya sama kuat, tapi dengan Pak Halim kita tahu punya keunggulan masalah banking," kata Bambang.
Sementara soal Krisna, Bambang mengakui sosoknya dikenal sebagai bankir senior namun diperkirakan belum berpengalaman soal moneter.
Presiden mengirim nama pengganti Siti Fadjrijah karena jabatan deputi gubernur BI bidang pengawasan, yang dijabat Siti sejak Mei 2005, kosong. Saat ini Siti dikabarkan sakit. Masa jabatan Siti Fadjrijah akan berakhir 9 Juni 2010.
Siti terpilih menjadi Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan pada 9 Mei 2005 untuk menggantikan Aulia Pohan yang masa jabatannya habis. Perempuan kelahiran Temanggung 58 tahun lalu itu kini menghilang sejak dikabarkan sakit keras.
Saat ini, tugasnya dipegang oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia lainnya, S Budi Rochadi, yang juga membawahi Direktorat Sistem Pembayaran. (Persda/aco)